Senin, 14 Oktober 2019

MAG(GASTRITIS) GANGGUAN PENCERNAAN

Gastritis merupakan penyakit pada lambung yang terjadi akibat peradangan dinding lambung. Pada dinding lambung atau lapisan mukosa lambung ini terdapat kelenjar yang menghasilkan asam lambung dan enzim pencernaan yang bernama pepsin. Untuk melindungi lapisan mukosa lambung dari kerusakan yang diakibatkan asam lambung, dinding lambung dilapisi oleh lendir (mukus) yang tebal. Apabila mukus tersebut rusak, dinding lambung rentan mengalami peradangan.
Gastritis-alodokter
Secara umum, gastritis dibagi menjadi dua jenis, yaitu gastritis akut dan kronis. Dikatakan gastritis akut ketika peradangan pada lapisan lambung terjadi secara tiba-tiba. Gastritis akut akan menyebabkan nyeri ulu hati yang hebat, namun hanya bersifat sementara.
Sedangkan pada gastritis kronis, peradangan di lapisan lambung terjadi secara perlahan dan dalam waktu yang lama. Nyeri yang ditimbulkan oleh gastritis kronis merupakan nyeri yang lebih ringan dibandingkan dengan gastritis akut, namun terjadi dalam waktu yang lebih lama dan muncul lebih sering. Peradangan kronis lapisan lambung ini dapat menyebabkan perubahan struktur lapisan lambung dan berisiko berkembang menjadi kanker.
Selain berisiko menimbulkan kanker, gastritis juga dapat menyebabkan pengikisan lapisan lambung. Pengikisan lapisan lambung ini dikenal dengan gastritis erosif, yang dapat menyebabkan terjadinya luka dan perdarahan pada lambung. Gastritis tipe erosif lebih jarang terjadi dibandingkan gastritis non erosif.

Gejala Gastritis

Gejala gastritis yang dirasakan dapat berbeda pada tiap penderita. Akan tetapi, kondisi ini bisa juga tidak selalu menimbulkan gejala. Beberapa contoh gejala gastritis adalah:
  • Nyeri yang terasa panas dan perih di perut bagian uluhati.
  • Perut kembung.
  • Cegukan.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Hilang nafsu makan.
  • Cepat merasa kenyang saat makan.
  • Buang air besar dengan tinja berwarna hitam.
  • Muntah darah.
Jika seseorang menderita gastritis erosif hingga menyebabkan luka atau perdarahan pada lambung, gejala yang muncul adalah muntah darah dan tinja berwarna hitam. Akan tetapi, tidak semua nyeri pada perut menandakan gastritis. Berbagai penyakit juga dapat menimbulkan gejala yang mirip dengan gastritis, seperti penyakit Crohn, batu empedu, dan keracunan makanan. Oleh karena itu diagnosis untuk menentukan penyebab terjadinya nyeri perut sangat penting untuk dilakukan.

Penyebab Gastritis

Gastritis terjadi akibat peradangan pada dinding lambung. Dinding lambung tersusun dari jaringan yang mengandung kelenjar untuk menghasilkan enzim pencernaan dan asam lambung. Selain itu, dinding lambung juga dapat menghasilkan lendir (mukus) yang tebal untuk melindungi lapisan mukosa lambung dari kerusakan akibat enzim pencernaan dan asam lambung. Rusaknya mukus pelindung ini dapat menyebabkan peradangan pada mukosa lambung.
Beberapa hal yang dapat menyebabkan rusaknya mukus pelindung, adalah:
  • Infeksi bakteri. Infeksi bakteri merupakan salah satu penyebab gastritis yang cukup sering terjadi, terutama di daerah dengan kebersihan lingkungan yang kurang baik. Bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada lambung dan menimbulkan gastritis, cukup banyak jenisnya. Namun, yang paling sering adalah bakteri Helicobacter pylori. Selain dipengaruhi faktor kebersihan lingkungan, infeksi bakteri ini juga dipengaruhi oleh pola hidup dan pola makan.
  • Pertambahan usia. Seiring bertambahnya usia, lapisan mukosa lambung akan mengalami penipisan dan melemah. Kondisi inilah yang menyebabkan gastritis lebih sering terjadi pada lansia dibandingkan orang yang berusia lebih muda.
  • Berlebihan mengonsumsi minuman beralkohol. Minuman beralkohol dapat mengikis lapisan mukosa lambung, terutama jika seseorang sangat sering mengonsumsinya. Pengikisan lapisan mukosa oleh alkohol dapat menyebabkan iritasi dan peradangan pada dinding lambung, sehingga mengakibatkan terjadinya gastritis, terutama gastritis akut.
  • Terlalu sering mengonsumsi obat pereda nyeri. Obat pereda nyeri yang dikonsumsi terlalu sering dapat menghambat proses regenerasi lapisan mukosa lambung, yang berujung pada cedera dan pelemahan dinding lambung, sehingga lebih mudah mengalami peradangan. Beberapa obat pereda nyeri yang dapat memicu gastritis jika dikonsumsi terlalu sering, adalah aspirin, ibuprofen, dan naproxen.
  • Autoimun. Gastritis juga dapat terjadi karena dipicu oleh penyakit autoimun. Gastritis jenis ini disebut gastritis autoimun. Gastritis autoimun terjadi pada saat sistem imun menyerang dinding lambung, sehingga menyebabkan peradangan.
Selain penyebab di atas, beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gastritis adalah:
  • Penyakit Crohn.
  • Infeksi virus.
  • Kebiasaan merokok.
  • Infeksi parasit.
  • Refluks empedu.
  • Gagal ginjal.
  • Penggunaan kokain.
  • Menelan zat yang bersifat korosif dan dapat merusak dinding lambung, misalnya obat pembasmi hama.

Diagnosis Gastritis

Pasien yang diduga menderita gastritis terlebih dahulu akan menjalani pemeriksaan riwayat kesehatan serta pemeriksaan fisik oleh dokter. Pemeriksaan riwayat kesehatan mencakup menanyakan mengenai gejala yang muncul, sudah berapa lama dirasakan, serta kondisi kesehatan pasien secara umum. Untuk diagnosis yang lebih akurat, dokter akan menyarankan pasien menjalani pemeriksaan lanjutan. Di antaranya:
  • Tes untuk infeksi Helicobacter pylori. Contohnya adalah tes darah, tes sampel tinja, atau uji urea pada pernapasan (urea breath test). Selain untuk mendeteksi keberadaan bakteri Helicobacter pylori, tes darah juga dapat mendeteksi jika pasien mengalami anemia. Tes sampel tinja juga dapat mendeteksi jika pasien menderita gastritis, terutama gastritis erosif dengan mendeteksi keberadaan darah pada tinja.
  • Gastroskopi, guna melihat adanya tanda-tanda peradangan di dalam lambung. Pemeriksaan gastroskopi dilakukan dengan cara memasukkan selang khusus yang sudah dipasangi kamera di ujungnya. Selang dimasukkan ke dalam lambung melalui mulut, untuk melihat kondisi lambung. Pemeriksaan ini terkadang dikombinasikan dengan biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan pada daerah yang dicurigai mengalami radang, untuk selanjutnya diteliti di laboratorium. Biopsi juga bisa dilakukan untuk melihat keberadaan bakteri pylori.
  • Pemeriksaan foto Rontgen. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat kondisi saluran pencernaan bagian atas. Untuk membantu melihat luka pada saluran pencernaan, terutama lambung, pasien akan diminta untuk menelan cairan barium terlebih dahulu sebelum foto Rontgen dilakukan.

Pengobatan Gastritis

Pengobatan yang diberikan kepada pasien oleh dokter, tergantung kepada penyebab dan kondisi yang memengaruhi terjadinya gastritis. Untuk mengobati gastritis dan meredakan gejala-gejala yang ditimbulkan, dokter dapat memberikan obat-obatan berupa:
  • Obat antasida. Antasida mampu meredakan gejala gastritis (terutama rasa nyeri) secara cepat, dengan cara menetralisir asam lambung. Obat ini efektif untuk meredakan gejala-gejala gastritis, terutama gastritis akut. Contoh obat antasida yang dapat dikonsumsi oleh pasien adalah aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida.
  • Obat penghambat histamin 2 (H2 blocker). Obat ini mampu meredakan gejala gastritis dengan cara menurunkan produksi asam di dalam lambung. Contoh obat penghambat histamin 2 adalah ranitidin, cimetidine, dan famotidine.
  • Obat penghambat pompa proton (PPI). Obat ini memiliki tujuan yang sama seperti penghambat histamin 2, yaitu menurunkan produksi asam lambung, namun dengan mekanisme kerja yang berbeda. Contoh obat penghambat pompa proton adalah omeprazole, lansoprazole, esomeprazole, rabeprazole, dan pantoprazole.
  • Obat antibiotik. Obat ini diresepkan pada penderita gastritis yang disebabkan oleh infeksi bakteri, yaitu Helicobacter pylori. Contoh obat antibiotik yang dapat diberikan kepada penderita gastritis adalah amoxicillin, clarithromycin, tetracycline, dan metronidazole.
  • Obat antidiare. Diberikan kepada penderita gastritis dengan keluhan diare. Contoh obat antidiare yang dapat diberikan kepada penderita gastritis adalah bismut subsalisilat.
Untuk membantu meredakan gejala dan penyembuhan gastritis, pasien perlu menyesuaikan gaya hidup dan kebiasaan. Pasien akan dianjurkan untuk membuat pola dan jadwal makan yang teratur. Pasien yang sering makan dengan porsi besar, akan dianjurkan untuk mengubah porsinya menjadi sedikit-sedikit, sehingga jadwal makan menjadi lebih sering dari biasanya. Selain itu, pasien sebaiknya menghindari makanan berminyak, asam, atau pedas, guna mencegah gajala gastritis bertambah parah.
Jika sering mengonsumsi minuman beralkohol, pasien akan dianjurkan untuk mengurangi atau bahkan menghentikan kebiasaan tersebut. Stres juga dapat menjadi pemicu timbulnya kondisi ini. Oleh karena itu, pasien dianjurkan untuk mengendalikan tingkat stresnya, agar dapat membantu pemulihan.
Jika gejala gastritis sering kambuh akibat penggunaan obat pereda nyeri jenis antiinflamasi nonsteroid (OAINS), maka sebaiknya pasien mengonsultasikan hal tersebut kepada dokter.

Komplikasi Gastritis

Komplikasi akibat gastritis bisa saja terjadi jika kondisi ini tidak diobati. Beberapa di antaranya adalah:

KARIES GIGI GANGGUAN PADA SISTEM PENCERNAAN

Penyebab Karies Gigi

Secara umum, penyebab karies gigi adalah bakteri dan sisa makanan yang ada di mulut. Namun, sebenarnya jika dilihat lebih detail lagi, ada beberapa penyebab secara khusus, yaitu:

1. Periode Usia

Periode usia memegang peranan yang cukup signifikan terhadap timbulnya karies gigi. Mengapa? Hal ini sangat berkaitan erat dengan tanggung jawab dalam menjaga kesehatan gigi. Periode usia balita hingga 10-12 tahun saat anak memiliki gigi campuran antara gigi susu dan gigi permanen adalah yang pertama rentan terhadap karies gigi. Di periode ini, mereka belum memiliki kesadaran lebih untuk menjaga kesehatan gigi.
Selanjutnya, periode pubertas saat usia 14 hingga 20 tahun juga rentan dengan karies gigi. Di usia ini, sering terjadi perubahan hormonal yang berpotensi menyebabkan pembengkakan pada gusi. Saat-saat seperti ini, kebersihan gigi sangat mungkin terabaikan. Selain itu, pengawasan dari orang tua sering kali mulai longgar, sehingga sangat mungkin anak pada periode ini malas menggosok gigi.
Periode usia lainnya adalah pada usia sekitar 40 hingga 50 tahun. Di usia-usia ini, sudah terjadi retraksi pada gusi sehingga menyebabkan makanan lebih mudah masuk ke dalam sela-sela gigi dan gusi. Akibatnya, sisa makanan jadi lebih sulit dibersihkan dan memperbesar potensi terjadinya karies gigi.

2. Kerentanan Permukaan Gigi

Kondisi fisik yang berbeda pada tiap-tiap orang memungkinkan adanya perbedaan pada morfologi gigi dan volume air ludah. Morfologi gigi yang luas dan lebar dengan bentuk gigi yang besar-besar memiliki potensi terjadi plak yang lebih banyak jika tidak rutin menggosok gigi. Begitu pula dengan volume air ludah, penelitian membuktikan bahwa mereka yang memiliki volume air ludah sedikit jauh lebih rentan terhadap karies gigi daripada yang punya volume banyak.

3. Bakteri

Tidak semua bakteri dalam mulut menjadi penyebab karies gigi. Bahkan hanya sedikit yang menyebabkan karies gigi, lebih banyak yang berguna untuk mencerna makanan. Yang jadi masalah adalah bakteri kariogenik atau pembawa masalah karies gigi yaitu Streptococcus mutans dan Lactobacilli. Bakteri kariogenik adalah kunci awal mula karies gigi karena mampu mengubah karbohidrat yang dapat diragikan menjadi asam yang merusak enamel gigi.

4. Plak Gigi

Plak gigi terbentuk dari berbagai bahan seperti sisa-sisa sel jaringan mulut, mucin, leukosit, limposit, sampai dari sisa-sisa makanan. Plak yang tidak dibersihkan akan segera menumpuk dan memudahkan bakteri menempel pada plak dan menyebabkan kerusakan gigi.

Cara Mengatasi Karies Gigi

Karies gigi tentu merupakan hal yang harus segera Anda atasi. Untuk itu, ada beberapa cara bagi Anda, yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi karies gigi.

1. Pembersihan di Dokter Gigi

Cara terbaik untuk mengatasi karies adalah lewat perawatan karies gigi oleh dokter gigi. Dokter akan mengecek kondisi gigi Anda dengan saksama sebelum melakukan tindakan yang diperlukan. Tergantung pada kondisi karies gigi, dokter mungkin melakukan beberapa tindakan seperti membersihkan, menambah fluoride, serta menambal gigi yang rusak.

2. Terapi Fluoride

Dokter selalu menyarankan untuk menggunakan pasta gigi dengan fluoride, namun jika saat pemeriksaan dirasa kurang, maka Anda bisa diberi terapi fluoride. Terapi fluoride diberikan melalui suplemen yang memudahkan gigi untuk mendapatkan fluoride dalam jumlah yang dibutuhkan. Untuk pengaplikasiannya, suplemen fluoride umumnya dioleskan langsung di gigi.

3. Penambalan Gigi

Gigi yang terkena karies, dibuang jaringan lunaknya yang terinfeksi dengan pengeboran dan lalu dilakukan penutupan dengan bahan tambal gigi.

4. Perbaikan Saluran Akar Gigi

Karies yang menyerang bagian akar gigi bisa menimbulkan kerusakan serius pada kanal akar gigi dan bagian pulpa gigi.  Pada proses ini, bagian pulpa gigi akan dibersihkan dan dibuang, kemudian dokter akan memberikan obat anti infeksi dan menunggu agar kondisi pulpa bersih dan bebas infeksi. Setelah itu, pulpa gigi akan diganti dengan material buatan. Proses ini mirip dengan tambal gigi, dan memang biasanya secara umum orang menyebutnya sebagai tambal gigi saja.

5. Pencabutan Gigi

Jika dokter menganggap bahwa kerusakan gigi karena karies telah sampai tahap yang paling parah hingga menyebabkan gigi berlubang dan sudah merusak hampir keseluruhan mahkota gigi atau bagian struktural gigi, dokter akan menyarankan untuk mencabut gigi tersebut. Pencabutan gigi bertujuan untuk menghentikan penyebaran karies gigi dan menghindari terjadinya masalah gigi lain akibat gigi berlubang.

Pencegahan Karies Gigi

Sebelum timbul karies gigi dan terjadi masalah yang lebih serius seperti gigi berlubang, sangat dianjurkan untuk melakukan tindakan-tindakan pencegahan sejak dini. Bahkan, kebiasaan untuk melakukan pencegahan terhadap karies gigi dan berbagai masalah gigi lainnya sebaiknya dimulai sejak kecil. Orang tua perlu membimbing dan membiasakan anak untuk selalu menjaga kesehatan gigi. Nah, berikut tips-tips pencegahan karies gigi yang bisa segera Anda lakukan!

1. Sikat Gigi Secara Teratur

Tidak ada kebiasaan membersihkan gigi yang lebih baik dari gosok gigi. Membiasakan diri untuk menggosok gigi minimal dua kali sehari bisa mencegah terjadinya karies gigi. Penggunaan pasta gigi dengan fluoride juga wajib selama menggosok gigi. Fluoride pada pasta gigi akan membantu untuk melawan pengikisan mineral penting pada permukaan gigi.
Namun perlu diingat bahwa penggunaan pasta gigi dengan fluoride bukanlah untuk memulihkan enamel gigi yang terkikis, sebab jika enamel sudah terkikis cukup dalam, maka penggunaan pasta gigi berfluoride tidak akan mampu untuk menutupinya. Penggunaan pasta gigi dengan fluoride pada kondisi ini lebih bertujuan untuk memperlambat berkembangnya karies gigi. Jadi, tindakan untuk mengatasi karies gigi lebih lanjut sangat diperlukan dan tidak boleh dilakukan tanpa pengawasan dokter gigi demi hasil yang maksimal. Gunakan pasta gigi Pepsodent Expert Protection yang memiliki kandungan microgranules dan zinc-citrate yang dapat memberikan perlindungan yang menyeluruh untuk kesehatan gigi dan mulut keluarga Anda.

2. Berkumur dengan Mouthwash

Karies gigi juga bisa dihindari dengan lebih maksimal jika Anda menggunakan mouthwash sebagai penutup setelah menggosok gigi atau setelah makan. Mouthwash dengan kandungan pembunuh bakteri jahat di mulut sangat bermanfaat untuk mencegah bakteri berkembang biak dan memakan sisa makanan yang ada di sela-sela gigi dan gusi.

3. Gunakan Dental Floss

Mengingat salah satu penyebab karies gigi adalah plak, maka penggunaan dental floss sangat disarankan untuk membantu membersihkan plak secara sempurna. Menggosok gigi saja terkadang masih menyisakan sebagian plak yang memang menempel erat pada gigi.

4. Konsumsi Makanan dan Minuman yang Aman

Memperhatikan pola makan, diet, dan frekuensi makanan adalah salah satu cara untuk mencegah munculnya karies pada gigi. Mengapa? Karena karies pada gigi umumnya muncul karena makanan-makanan dengan karbohidrat tinggi serta makanan manis-manis yang mengandung gula atau cokelat. Oleh karena itu, memakan makanan yang aman untuk gigi bisa membantu menghindarkan karies pada gigi. Buah-buahan dan sayur merupakan makanan alami yang tergolong aman untuk gigi.
Frekuensi memakan makanan juga perlu jadi pertimbangan. Asam yang ada di mulut membutuhkan waktu 2 hingga 3 jam untuk dinetralkan oleh air ludah. Jika frekuensi makan makanan asam Anda tergolong sering, maka sangat besar kemungkinannya jika asam dalam mulut belum sempat dinetralkan sepenuhnya lalu sudah ada tambahan lagi dari makanan yang baru masuk ke dalam mulut. Dampaknya, mulut terus menerus mengandung asam dan membuat risiko kemunculan karies gigi meningkat.
Dewasa ini, banyak minuman yang kurang baik untuk kesehatan gigi beredar dengan luas di masyarakat. Beberapa contoh minuman adalah minuman bersoda ataupun jenis soft drink lainnya. Kebanyakan minuman soda atau soft drink memiliki kandungan gula yang sangat tinggi. Hal ini memungkinkan sisa-sisa minuman di dalam mulut ikut membantu bakteri jahat di mulut untuk berkembang biak dan merusak gaga secara perlahan. Sebaiknya Anda mengganti kebiasaan minum minuman bersoda dan tinggi gula dengan air putih biasa saja. Air putih memiliki kadar asam yang netral dan membantu untuk membilas mulut setelah makan.

5. Cek Kesehatan Gigi secara Reguler

Memeriksakan kondisi kesehatan gigi dan mulut secara rutin ke dokter gigi adalah keharusan yang perlu dilakukan minimal dua kali dalam satu tahun. Dengan adanya pemeriksaan rutin dari dokter gigi, maka karies gigi bisa dibersihkan secara rutin dan bahkan mencegah karies meluas. Dokter gigi juga bisa menyarankan tindakan-tindakan pencegahan yang paling tepat sesuai dengan kondisi karies gigi Anda.

OBESITAS - GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN

OBESITAS
Obesitas atau sering disebut dengan kegemukan, mungkin sudah tidak asing lagi di telinga Anda bukan? Dalam dunia medis seseorang dapat dianggap mengalami obesitas apabila berat badannya melebihi berat badan normal dan ketika seseorang terlalu menyimpan banyak lemak di dalam tubuhnya. Sesorang yang mengalami obesitas sangat rentan terkena penyakit.
Apa saja penyakit yang dapat ditimbulkan karena obesitas? Berikut ragam penyakitnya:
• Diabetes.
• Tekanan darah tinggi.
• Penyakit jantung.
• Kolestrol tinggi.
• Seseorang yang mengalami obesitas tentu saja akan kesulitan untuk bergerak dan akan mengalami kesulitan untuk bernafas.
• Seseorang yang mengalami obesitas sangat memungkinkan terkena kanker di usus besar (colorectal cancer) dan batu empedu (prostate cancer).
Setelah mengetahui berbagai macam penyakit yang ditimbulkan oleh obesitas, berikut ini beberapa penyebab yang memungkinkan Anda terkena obesitas:
• Asupan makanan yang masuk kedalam tubuh berlebih, tapi Anda tidak mengimbanginya dengan aktivitas yang dapat membakar kandungan lemak di dalam tubuh.
• Faktor umur, ketika Anda bertambah tua, kemampuan tubuh untuk memetabolisme makanan akan semakin melambat.
• Faktor genetik.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah obesitas, berikut ini cara-cara yang dapat dilakukan:
• Berhentilah makan sebelum Anda merasa kenyang.
• Hindari mengkonsumsi makanan ringan, tapi gantilah makanan ringan tersebut dengan buah dan sayur agar tidak menghilangkan hobi tersebut.
• Hindari obesitas dengan berolahraga. Berolahraga juga akan menjaga sistem metabolisme tubuh Anda.
• Ada baiknya Anda mengurangi makan-makanan yang manis.

ORGAN PENCERNAAN UTAMA DAN ORGAN TAMBAHAN PADA MANUSIA.STRUKTUR DAN FUNGSI

Jenis dan Fungsi Organ Pencernaan Utama dan Tambahan Pada Manusia


Sahabat Pendidikan sekalian, artikel berikut akan membahas mengenai system pencernaan pada tubuh manusia mulai dari proses pencernaan utama hingga system pencernaan tambahan yang didalamnya akan diterangkan mengenai struktur dan fungsi pencernaan itu sendiri, dan untuk mempersingkat waktu mari kita sama-sama menyimak ulasan berikut ini !

Makanan diperlukan tubuh untuk memasok energy keseluruh tubuh. Makan diproses didalm tubuh melalui 4 tahap yaitu : ingesti, ( proses memasukkan makanan kedalam mulut ), digesti ( pencernaan ), absorpi ( penyerapan ), dan defekasi ( pengeluaran ). Pada saat masakan masuk kedalam mulut, proses pencernaan dimulai. Pencernaan merupakan proses memecah makanan menjad molekul kecil sehingga dapat diserap oleh tubuh melalui pembuluh darah. Selanjudnya, molekul makanan dari darah masuk kedalam sel melintasi membrane sel . molekul yang tidk digunakan dan tidak dibutuhkan oleh tubuh akan dikeluarkan dari tubuh melalui system ekskresi seperti keringat dan urine. Makanan yang tidak tercerna berupa fases akan dibuang melalui anus, proses ini disebut dengan defekasi.

Pencernaan makan terbagi atas dua macam, yaitu : pencernaan mekanis dan pencernaan kimiawi. Pencernaan meknis terjadi ketika makanan dikunyah, dicampur dan diremas. Salah satu contohnya terjadi didalam mulut yaitu pada saat makanan dihancurkan oleh gigi didalam mulut. Pada pencernaan kimiawi terjadi reaksi kimia yang mengurai molekul besar makan menjadi molekul yang lebih kecil. Pencernaan kimiawi pada proses pencernaan biasanya dilakukan di bantu oleh enzim-enzim pencernaan, seperti enzim amylase pada mulut. Perhatikan gambar berikut :

1. Organ Pencernaan Utama

Advertisement 2
Sistem pencernaan manusia terdiri atas organ utama berupa saluran pencernaan dan organ aksesori (tambahan). Saluran pencernaan merupakan saluran yang dilalui bahan makanan yang dimulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rectum, dan berakhir di anus.

Struktur dan Fungsi Organ Pencernaan Utama dan Tambahan Pada Sistem Pencernaan Manusia
Organ Pencernaan Utama
Lidah, gigi, kelenjar air ludah ( kelenjar saliva , hati, kantong empedu dan pangkreas merupakan organ tambahan yang membantu pencernaan mekanis dan kimiawi. Kelenjar pencernaan adalah organ tambahan yang mengeluarkan enzim untuk membantu mencerna makanan . lebuh jelasnya mari kita bahas satu persatu system pencernaan yang meliputi saluran pencernaan dan organ tambahan atau aksesori dibawah ini :

a. Mulut


Struktur dan Fungsi Organ Pencernaan Utama dan Tambahan Pada Sistem Pencernaan Manusia
Struktur Mulut
Pencernaan Ingesti terjadi dimulut. Didalam mulut, terdapat gigi, lidah dan kelenjar air liur (saliva). Air liur mengandung mukosa atau senyawa yang berfungsi sebagai anti bakteri, dan enzim amylase atau dikenal dengan enzim ptyalin. Enzim ini akan memecah molekul amilum menjadi molekul maltose. Didalm mulut terjadi pencernaan makanan sacara mekanis dan kimiawi.

b. Kerongkongan ( Esofagus )

Struktur dan Fungsi Organ Pencernaan Utama dan Tambahan Pada Sistem Pencernaan Manusia
Kerongkongan
Setelah melalui rongga mulut, makanan yang berbentuk bolus akan masuk kedalam tekak ( faring ). Faring adalah saluran yang memanjang dari bagian belakang rongga mulut sampai kepermukaan kerongkongan  (esophagus ). Pada pangkal faring terdapat katub pernafasan yang disebut dengan epiglottis. Epiglottis berfungsi untuk menutup ujung saluran pernapasan ( laring ) agar makanan tidak masuk kedalam saluran pernapasan. Setelah melalui faring, bolus menuju ke esophagus (kerongkongan). Otot kerongkongan berkontraksi sehingga menimbulkan gerakan meremas yang mendorong bolus kedalam lambung. Gerakan otot ini disebut dengan gerakan peristaltic.

c. Lambung.

Struktur dan Fungsi Organ Pencernaan Utama dan Tambahan Pada Sistem Pencernaan Manusia
Lambung
Setelah dari esophagus makanan masuk kedalam lambung. Didalm lambung terjadi pencernaan mekanis dan kimiawi. Secara mekanis otot lambung berkontraksi mengaduk aduk bolus. Secara kimiawi bolus tercampur dengan getah lambung . Getah lambung mengandung asam klorida ( HCI ), enzim pepsin, dan enzim rennin. HCI berfungsi untuk menjadikan ruangan dalam lambung bersifat asam ( pH 1-3 ) sehingga dapat membunuh kuman yang masuk bersama dengan makanan. Enzim pepsin akan menghidrolisis ( memecah )protein menjadi pepton ( Campuran dari polipeptida dan asam amino). Enzim rennin akan mengendapkan protein kasein yang teredapat dalam susu. Setelah melalui proses penceranaan selama 2-4 jam didalam lambung, bolus menjadi bahan kekuningan yang disebut dengan kimus (bubur usus). Kimus akan masuk sedikit demi sedikit kedalam usus dua belas jari. Pengaturan ini dibantu oleh adanya spingter, yaitu otot-otot yang tersusun melingkar antara lambung dan usus dua belas jari.

d. Usus Halus

Struktur dan Fungsi Organ Pencernaan Utama dan Tambahan Pada Sistem Pencernaan Manusia
Usus Halus
Usus halus memiliki panjang sekitar 8,25 meter. Usus halus terdiri atas tiga bagian yaitu usus 12 jari (duodenum), dengan panjang sekitar 0,25 meter, usus tengah (jejunum) dengan panjang sekitar 7 meter dan usus penyerapan (ileum) dengan panjang sekitar 1 meter. Dalam usus halus terjadi pencernaan secra kimiawi saja. Pada duodenum terdapat saluran yang terhubung dengan kantung empedu dan pangkreas. Getah pengkreas mengandung enzim lipase, amylase, dan tripsin. Enzim lipase akan mencernah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Amylase akan mencernah amilum manjadi maltose. Trapsin akan mencernah protein manjadi polipeptida. Getah empedu yang dihasilkan hati akan mengemuilsikan lemak yakni membuat lemak agar larut dalam air.

Pencernaan makanan dilanjudkan di jejunum. Pada bagian ini terjadi pencernaan terakhir sebelum zat-zat makanan diserap. Zat-zat makanan setelah melalui jejunum menjadi bentuk yang siap diserap. Penyerapan tersebut terjadi didalam ileum. Glukosa, vitamin yang larut dalam air, asam amino dan mineral setelah diserap oleh vili usus halus akan dibawa oleh darah menuju hati dan diedarkan keseluruh tubuh . glukosa dalam hati selanjudnya disimpan dalam bentuk glikogen. Asam lemak, gliserol, dan vitamin yang larut dalam lemak setelah diserap oleh vili usus halus akan dibawah oleh pembuluh getah bening menuju hati, kemudian disimpan dalam jaringan lemak. Struktur usus manusia memiliki lipatan-lipatan, baik pada bagian luar ataupun pada bagian dalam yang berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan. Perhatikan gambar berikut :

Struktur dan Fungsi Organ Pencernaan Utama dan Tambahan Pada Sistem Pencernaan Manusia
Struktur usus halus
Semakin luas bidang permukaan bagian dalam usus, semakin semakin banyak vili yang terdapat akan menyebabkan proses penyerapan yang terjadi juga akan semakin efektif.

e. Usus Besar

Usus besar atau kolon memiliki panjang sekitar 1 meter dan terdiri atas koon asendes (naik), kolon transversum (mendatar), dan kolon desendens (menurun) yang akan berakhir pada anus. Diantara usus halus dan usus besar terdapat usus buntu (sekum). Pada ujung sekum terdapat benjolan kecil yang disebut umbai cacing (apendiks) yang berisi massa sel darah putih yang berperan dalam imunitas.

Struktur dan Fungsi Organ Pencernaan Utama dan Tambahan Pada Sistem Pencernaan Manusia
Usus besar
Bahan makan yang sampai pada usus besar dapat dikatakan sebagai zat-zat sisa. Zat sisa berada dalam usus besar selama 1-4 hari. Zat sisa tersebut terdiri atas sejumlah besar air dan bahan makanan yang tidak dapat dicernah misalnya selulosa. Usus besar berfungsi mengatur kadar air pada sisa makanan, bila kadar iar pada sisa makan terlalu banyak, maka dinding usus besar akan menyerap air tersebut, sebaliknya bila sisa makanan kekurangan air maka dinding usus besar akan mengeluarkan air dan mengirimnya ke sisa makanan. Didalam usus besar terdapat banyak sekali bakteri (Escherichia coli) yang membantu membusukkan sisa-sisa makanan tersebut. Bakteri Escherichia coli mampu membentuk vitamin K dan B12. Sisa makanan yang tidak terpakai oleh tubuh  beserta gas-gas yang berbau disebut tinja (fases) dan dikeluarkan melalui anus.

2. Organ Pencernaan Tambahan

Struktur dan Fungsi Organ Pencernaan Utama dan Tambahan Pada Sistem Pencernaan Manusia
Organ Pencernaan Tambahan
Proses pencernaan manusia tidak hanya terdiri atas saluran pencernaan, tetapi juga terdapat organ pencernaan tambahan berupa kelenjar pencernaan. Kelenjar pencernaan membantu mencerna makanan dengan menghasilkan enzim-enzim yang digunakan  dalampencernaan makanan secara kimiawi. Terdapat tiga organ pencernaan tambahan yaitu hati, kantung empedu dan pangkreas. Untuk lebih jelasnya mari kita pelajari satu persatu bagian tersebut!

a. Hati

Hati merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh, berada pada rongga perut sebelah kanan dibawah diafragma. Hati berperan dalam proses detoksifikasi. Ketika dalam darah terdapat atau terkandung zat berbahaya dan bersifat racun maka hati akan menetralisir racun tersebut sehingga tidak berbahaya bagi tubuh.

Hati merupakan organ penyimpanan zat besi (Fe) dan vitamin A,D,E,K dan B12 dari darah . hati juga berperan dalam menjaga kadar glukosa dalam darah. Ketiga kadar glokosa dalam darah rendah, hati akan melepas glukosa dengan cara memecah glikogen. Bahkan jika dibutuhkan, hati akan mengubah gliserol,asam lemak, dan asam amino menjadi glukosa. Selain itu hati juga mengatur kadar kolesterol dalam darah. Kolesterol akan diubah menjadi asam kolik ( cholic acid ) yang berfungsi untuk mengemulsi lemak. Sel-sel hati akan mengeluarkan getah yang mengandung kolesterol, asam kolik, garam empedu, lesitin, bilirubin, dan elektrolit. Getah ini disebut dengan getah empedu.

b. Kantung Empedu

Kantung empedu merupakan organ yang berada dibawah hati. Kantung ini akan menyimpan kantung getah empedu yang dihasilkan oleh hati. Getah empedu berwarna kuning kehijauan karna mengandung fikmen bilirubin. Bilirubin merupakan pigmen yang terbentuk dari pemecahan hemoglobin. Getah empedu akan dikeluarkan ke usus halus dan berperan dalam mengemulsikan lemak. Dengan demikian, lemak akan erpecah menjadi butiran-butiran kecil sehingga lebih mudah dicernah oleh enzim pencernaan dan melanjudkan proses pencernaan sehingga mudah diserap oleh tubuh.

c. Pangkreas

Pangkreas merupakan organ yang berada dibalik perut bagian belakang lambung. Sel-sel pada pangkreas kaan menghasilkan cairan pangkreas  yang akan masuk kedala duodenum melalui saluran pangkreas. Getah pangkreas mengandung sodium bikorbonat (NaHCO3) dan enzim –enzim pencernaan  yang berperan dalam pemecan karbohidrat, protein dan loemak. Pangkreas juga merupakan kelenjar endokrin yang menghasilkan hormone insulin. Hormone insulin ini berfungsi untuk mengatur proses pengubahan glukosa dalam darah menjadi glikogen yang disimpan dalam hati. Adanya hormone insulin yang mengontrol keseimbangan jumlah glukosa dalam darah. Apabila terjadi gangguan dalam produksi insulin maka dapat mengakibatkan penyakit diabetes.

JENIS NUTRISI IPA

Enam Jenis Nutrisi

Nutrisi Terdapat Dalam Berbagai Jenis Makanan

Nutrisi adalah zat yang dibutuhkan makhluk hidup sebagai sumber energi; juga untuk mempertahankan kesehatan, pertumbuhan, dan keberlangsungan fungsi pada setiap jaringan dan organ tubuh agar dapat berfungsi normal.

Makanan yang dikonsumsi sehari-hari sebaiknya mengandung enam jenis nutrisi. Enam jenis nutrisi ini adalah karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan air. Karbohidrat, lemak, dan protein dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang cukup banyak. Sedangkan vitamin dan mineral dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit saja.

Karbohidrat, lemak, protein, dan vitamin adalah nutrisi organik yang mengandung karbon. Sedangkan nutrisi anorganik seperti air dan mineral tidak mengandung karbon. Makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein tidak dapat diserap langsung, melainkan harus dicerna atau dipecah terlebih dahulu oleh tubuh. Sementara air, vitamin, dan mineral bisa diserap langsung oleh sel-sel tubuh.

Kandungan nutrisi dalam makanan dapat diketahui dengan menggunakan indikator uji makanan atau reagen. Tabel di bawah menunjukkan jenis reagen untuk mengetahui nutrisi dalam bahan makanan. Tabel tersebut dapat dijadikan patokan untuk menentukan kandungan bahan yang terkandung pada sampel makanan yang diuji. Misalnya, bahan makanan yang mengandung amilum jika diuji dengan larutan lugol akan berubah warna menjadi biru tua.

sumber:https://smp.prasacademy.com/2018/02/nutrisi-dan-kebutuhan-energi.html


Bahan
Jenis Reagen
Hasil          
Amilum
Lugol/ Kalium Iodida
Larutan berwarna biru tua
Gula
Benedik/ Fehling A dan B
Larutan berwarna biru kehijauan, kuning sampai merah bata
Protein
Millon/ Biuret
Larutan berwarna merah muda sampai ungu                                 

KEBUTUHAN ENERGI IPA

Kebutuhan Energi


Tubuh kita membutuhkan energi untuk setiap kegiatan, seperti bergerak, detak jantung, mengangkat barang, bahkan kedipan mata pun membutuhkan energi.

Tubuh kita juga menggunakan energi untuk mempertahankan suhu tubuh normal yaitu sekitar 37°C. Energi yang kita gunakan ini berasal dari makanan yang kita konsumsi.
Jumlah energi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk beraktivitas, juga jumlah energi yang tersedia dalam makanan, diukur dalam satuan kalori.

Satu kalori (Cal) sama dengan jumlah panas yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 g air sebesar 1 derajat Celcius. Jumlah kalori pada sepotong roti berbeda dengan jumlah kalori pada sepiring nasi dan satu buah pisang. Hal ini dapat terjadi karena jenis makanan yang berbeda akan mengandung jumlah kalori yang berbeda pula.

sumber:https://smp.prasacademy.com/2018/02/nutrisi-dan-kebutuhan-energi.html

HIPERTENSI DAN HIPOTENSI

Mengenal hipertensi atau tekanan darah tinggi Sumber: Shutterstock Hipertensi adalah nama lain dari tekanan darah tinggi. Tekanan darah i...